Mata air yang mengalir sejak masa Nabi Ismail, dan tidak pernah kering hingga hari ini.
Magnesium sekitar 42 mg/L, menurut salah satu kajian. Angkanya bisa berbeda antar penelitian.
Kedalaman sumur Zamzam yang awalnya digali dengan tangan, di dekat Ka’bah.
Sedikit basa, dengan kadar bikarbonat dan natrium yang lebih tinggi dari air minum biasa.
Jatah zamzam tiap jamaah haji, dibagikan di debarkasi setibanya di Tanah Air.
Sahabat, tahukah kamu bahwa sumur Zamzam sudah mengalir sejak masa Nabi Ismail ‘alaihissalam dan ibundanya, Siti Hajar? Sampai hari ini mata air di dekat Ka’bah itu tidak pernah kering, padahal setiap tahun diminum oleh jutaan jamaah haji dan umroh dari seluruh dunia, bahkan dikirim ke Madinah dan dibawa pulang ke berbagai negara.
Bagi umat Islam, air zamzam bukan sekadar pelepas dahaga. Ia adalah air yang diberkahi, disebut dalam banyak hadits sahih, dan menyimpan kisah tawakal seorang ibu di lembah yang tandus. Artikel ini merangkum sejarah, dalil keutamaan, fakta ilmiah, serta adab meminum air zamzam agar ibadahmu di Tanah Suci lebih bermakna.
Kisah zamzam bermula ketika Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, atas perintah Allah, meninggalkan istrinya Hajar dan bayi Ismail di lembah Makkah yang saat itu tanpa penghuni dan tanpa air. Nabi Ibrahim pun berdoa, sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an:
رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ
Rabbana inni askantu min dzurriyyati biwadin ghairi dzi zar‘in ‘inda baitikal-muharram.
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman, di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati.”
Dalam hadits panjang riwayat Ibnu Abbas di Shahih Bukhari (no. 3364) diceritakan, ketika bekal air habis dan Ismail kecil menangis kehausan, Hajar berlari bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali untuk mencari pertolongan. Peristiwa inilah yang kemudian diabadikan sebagai ibadah sa’i. Lalu datang malaikat Jibril dan menghentakkan tanah hingga memancarlah air. Hajar segera membendungnya dengan tangan dan pasir agar air tidak mengalir ke mana-mana. Rasulullah ﷺ bersabda tentang peristiwa itu:
يَرْحَمُ اللَّهُ أُمَّ إِسْمَاعِيلَ، لَوْ تَرَكَتْ زَمْزَمَ، لَكَانَتْ زَمْزَمُ عَيْنًا مَعِينًا
Yarhamullahu umma Isma‘il, lau tarakat zamzama, lakanat zamzamu ‘ainan ma‘ina.
“Semoga Allah merahmati ibunda Ismail. Seandainya ia membiarkan zamzam (tanpa membendungnya), niscaya zamzam menjadi mata air yang mengalir di permukaan.”
Keberadaan air inilah yang membuat kabilah Jurhum datang dan menetap, sehingga lembah Makkah mulai berpenghuni. Berabad-abad kemudian sumur ini sempat tertimbun dan hilang jejaknya, hingga kakek Rasulullah ﷺ, Abdul Muththalib, menggalinya kembali. Sejak itu keluarga Bani Hasyim memegang tugas menyediakan minum bagi jamaah (siqayah).
Sahabat Abu Dzar al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu pernah tinggal di Makkah selama sekitar 30 hari tanpa makanan selain air zamzam, dan badannya justru bertambah gemuk. Rasulullah ﷺ lalu bersabda:
إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ، إِنَّهَا طَعَامُ طُعْمٍ
Innaha mubarakah, innaha tha‘amu thu‘m.
“Sesungguhnya air itu diberkahi, dan ia adalah makanan yang mengenyangkan.”
Dalam riwayat al-Bazzar dan ath-Thabrani (as-Shaghir) ada tambahan: “dan obat bagi penyakit (wa syifa’u suqm).”
Inilah hadits yang paling terkenal tentang zamzam:
مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ
Ma’u zamzama lima syuriba lah.
“Air zamzam itu sesuai dengan tujuan (niat) orang yang meminumnya.”
Karena itu para ulama menganjurkan agar sebelum minum, kita meniatkan hal-hal yang baik: kesembuhan, ilmu yang bermanfaat, kemudahan urusan, atau ampunan dosa, lalu berdoa dengan sungguh-sungguh.
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ، فِيهِ طَعَامٌ مِنَ الطُّعْمِ، وَشِفَاءٌ مِنَ السُّقْمِ
Khairu ma’in ‘ala wajhil-ardhi ma’u zamzam, fihi tha‘amun minath-thu‘mi, wa syifa’un minas-suqm.
“Sebaik-baik air di muka bumi adalah air zamzam. Di dalamnya ada makanan yang mengenyangkan dan obat dari penyakit.”
Aisyah radhiyallahu ‘anha biasa membawa air zamzam dari Makkah dan mengabarkan bahwa Rasulullah ﷺ juga membawanya (HR. Tirmidzi no. 963, dinilai hasan). Jadi membawa zamzam sebagai oleh-oleh untuk keluarga ada contohnya dari Nabi ﷺ.
Selain nilai spiritualnya, sumur Zamzam juga diteliti secara ilmiah. Sejak lama Pemerintah Arab Saudi melalui Saudi Geological Survey (SGS) memiliki Pusat Studi dan Riset Zamzam yang khusus memantau ketinggian air, kualitas, dan pengisian ulang sumur ini secara digital. Beberapa fakta pentingnya:
Sumur ini awalnya digali dengan tangan, dengan diameter sekitar 1–2,7 meter. Letaknya sekitar 20 meter di sebelah timur Ka’bah, kini berada di bawah lantai area tawaf.
Pemompaan diatur pada kisaran 11–18,5 liter per detik agar sumur tidak terkuras. SGS menetapkan batas aman pengambilan sekitar setengah juta meter kubik per tahun, sesuai karakter lapisan batuan yang mengisi sumur.
Air dialirkan melalui pipa baja tahan karat ke Proyek Air Zamzam Raja Abdullah di Kudai, sekitar 5 km dari Masjidil Haram. Di sana air disaring dan disterilkan dengan sinar ultraviolet, lalu dikemas dalam botol 5 liter dengan kapasitas hingga 200.000 botol per hari. Dari sini pula air zamzam dialirkan ke keran-keran di Masjidil Haram dan dikirim ke Masjid Nabawi di Madinah.
Berbagai penelitian menunjukkan air zamzam memiliki pH rata-rata sekitar 7,8 (sedikit basa) serta kadar kalsium, magnesium, natrium, dan bikarbonat yang lebih tinggi dibanding air minum biasa. Salah satu kajian mencatat kalsium sekitar 93 mg/L dan magnesium sekitar 42 mg/L. Mineral ini berasal dari batuan kapur dan dolomit yang dilalui air tanah sebelum sampai ke sumur.
Iman lebih dulu daripada laboratorium.Keberkahan air zamzam adalah perkara iman yang bersandar pada hadits, bukan pada hasil laboratorium. Air zamzam sebaiknya diminum dengan niat ibadah dan doa, tidak dijadikan pengganti pengobatan medis. Jamaah yang punya penyakit tertentu, misalnya gangguan ginjal yang harus membatasi mineral, tetap perlu mengikuti anjuran dokter.
Untuk meraih keberkahannya, berikut adab yang dianjurkan para ulama berdasarkan hadits dan atsar para sahabat:
Meluruskan niat. Niatkan untuk ibadah dan hajat yang baik, karena zamzam “sesuai dengan niat peminumnya”.
Membaca basmalah sebelum minum, seperti adab minum pada umumnya.
Menggunakan tangan kanan.
Menghadap kiblat jika memungkinkan.
Bernapas tiga kali. Minum dengan beberapa kali jeda dan mengambil napas di luar gelas, bukan meniup atau bernapas di dalamnya.
Minum sampai puas (tadhalluu’). Para ulama menganjurkan minum zamzam hingga benar-benar kenyang.
Memuji Allah dengan membaca alhamdulillah setelah selesai, lalu berdoa.
Adab menghadap kiblat, bernapas tiga kali, dan minum sampai kenyang ini bersumber dari nasihat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang diriwayatkan Ibnu Majah:
إِذَا شَرِبْتَ مِنْهَا فَاسْتَقْبِلِ الْقِبْلَةَ، وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ، وَتَنَفَّسْ ثَلَاثًا، وَتَضَلَّعْ مِنْهَا، فَإِذَا فَرَغْتَ فَاحْمَدِ اللَّهَ
Idza syaribta minha fastaqbilil-qiblah, wadzkurismallah, wa tanaffas tsalatsa, wa tadhalla‘ minha, fa idza faraghta fahmadillah.
“Jika engkau meminumnya, menghadaplah ke kiblat, sebutlah nama Allah, bernapaslah tiga kali, dan minumlah sampai kenyang. Jika telah selesai, pujilah Allah.”
Bolehkah minum sambil berdiri?Pada dasarnya minum sambil duduk lebih utama. Namun khusus zamzam, Ibnu Abbas menceritakan: “Aku memberi minum Rasulullah ﷺ dari air zamzam, lalu beliau minum sambil berdiri” (HR. Bukhari no. 1637 dan Muslim no. 2027). Karena itu, minum zamzam sambil berdiri di Masjidil Haram, misalnya karena ramai, tidak mengapa.
Tidak ada doa khusus dari Rasulullah ﷺ yang wajib dibaca ketika minum zamzam. Kamu boleh berdoa dengan bahasa apa saja sesuai hajatmu. Salah satu doa yang populer dan baik isinya adalah doa yang dinisbatkan kepada Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ
Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi‘an, wa rizqan wasi‘an, wa syifa’an min kulli da’in.
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit.”
Karena sanadnya dinilai lemah oleh sebagian ulama, doa ini dibaca sebagai doa umum, bukan sebagai sunnah khusus dari Nabi ﷺ.
Banyak jamaah ingin membawa zamzam sebagai oleh-oleh. Perhatikan aturannya agar tidak merepotkan di bandara:
Kementerian Agama menegaskan air zamzam dalam kemasan apa pun dilarang dimasukkan ke koper bagasi maupun tas kabin. Koper yang terdeteksi berisi zamzam di mesin X-ray akan dibongkar, airnya disita, dan jamaah bisa dikenai denda. Sebagai gantinya, setiap jamaah haji mendapat 1 galon zamzam 5 liter yang dibagikan di debarkasi setibanya di Tanah Air.
Ketentuannya mengikuti kebijakan maskapai. Umumnya zamzam hanya boleh dibawa dalam galon resmi 5 liter yang dibeli di Arab Saudi dan dilaporkan saat check-in. Tim Noor Aden Illahi Travel akan menginformasikan aturan terbaru maskapai sebelum kepulangan.
Belilah dari sumber resmi atau tepercaya, karena di pasaran juga beredar air yang diklaim zamzam tetapi tidak jelas asal dan kebersihannya.
Hadits menyebut zamzam sebagai obat bagi penyakit, tetapi ikhtiar berobat ke dokter tetap dianjurkan. Zamzam diminum dengan niat dan doa, bukan untuk menunda pengobatan.
Karena zamzam “sesuai niat peminumnya”, sayang jika hanya diminum untuk melepas haus tanpa memanfaatkan momen mustajab ini.
Untuk oleh-oleh, gunakan wadah bersih dan tertutup rapat. Jangan menuangkan zamzam ke wadah bekas yang tidak jelas kebersihannya.
Misalnya mengusapkan zamzam ke seluruh badan sambil meyakini ritual tertentu, atau mengaitkan angka-angka mistis dengan sumur. Yang ada dalilnya adalah meminumnya, berdoa, dan membawanya sebagai bekal atau oleh-oleh.
Jangan menyia-nyiakan zamzam. Ambil secukupnya dan habiskan.
Air zamzam adalah jejak nyata tawakal Siti Hajar, jawaban atas doa Nabi Ibrahim, dan karunia Allah yang terus mengalir selama ribuan tahun. Meminumnya dengan niat yang lurus, adab yang benar, dan doa yang sungguh-sungguh akan membuat setiap tegukannya bernilai ibadah.
PT Noor Aden Illahi melalui Noor Aden Illahi Travel menyediakan program Umroh, Haji Reguler, dan Mitra Haji Khusus, lengkap dengan layanan tiket, hotel, visa, dan land arrangement.
Atau hubungi langsung: 0812-333-00629
PT NOOR ADEN ILLAHI melalui brand Noor Aden Illahi Travel menyediakan Program Umroh, Haji Reguler, & Mitra Haji Khusus, jasa ticketing domestik dan internasional, tiket kereta api, reservasi hotel domestic dan international, pengurusan Visa, LA (Land Arrangement).
Jalan C No.45 Rt. 08 Rw. 04 Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat 10740
Phone : 0812 3330 0629
Email : nooradenillahi@gmail.com